Sabtu, 07 Juni 2008
Intermezzo
Lama sekali ku tak menulis di sini. Setidaknya untuk dua bulan, atau mungkin tiga bulan ke belakang, entahlah, ku tak terlalu ingat. Terakhir kali aku berjanji pada Joshua, Wil, dan Rainer untuk meng-up date blog ini dengan postingan hebat, tapi ternyata ku tak menyisakan banyak waktu untuk menyulap blog ini menjadi sefuntastic seperti yang kujanjikan dulu. Aku minta maaf. Tapi tentunya ini bukan karena tanpa alasan; ada banyak hal yang bisa kujadikan apologi. Hal-hal yang kini membuatku seakan sendirian di rimba yang tak berujung, hal-hal yang sekejap saja menghilangkan banyak hal dariku, bahkan mungkin diriku sendiri. Entah.

Ini berawal saat ku mulai lebih akrab dengan orang paling berpengaruh nomor dua sedunia, Newton. Dia menyapaku hangat dengan konsep dasarnya tentang gerak, menceritakan kembali padaku apa yang pernah dikatakan guru fisikaku beberapa tahun lalu. s = vt, ya, materi yang sekarang menjadi makanan adikku di SD pada pelajaran matematika. Kemudian dia melanjutkan dengan konsep kekekalan momentum, sentrifugal, dan hal-hal lain yang seakan baru saja ku temui hari ini.

Tapi bukan itu yang akan kita bicarakan sekarang. Aku hanya ingin menulis ringan dan bukan membuat kepala kita berputar-putar dengan relativitas Einstein atau hukum gravitasi universal Newton, setidaknya untuk saat ini.

baca sampe berez
posted by Iiq Pirzada @ 22.00   0 comments
Sabtu, 05 Januari 2008
Flash Back Edition
Di edisi ini kita akan memutar jalan; mengingat-ingat kembali catatan lalu tentang banyak cerita yang sudah kita ukir. Sekilas rasanya seperti buang-buang waktu. Terserah, aku hanya ingin mengumpulkan kembali memori-memori, dan membaginya dengan kalian. Mungkin kalian akan tertawa, maka kita tertawa bersama. Atau juga bukan itu, entahlah.


Aku membagi cerita ini berdasarkan tangga waktunya, dari kelas 1 dulu sampai kelas 4 kemarin. Mungkin kalian lebih suka mulai dari pengalaman di kelas 3, lalu beranjak ke
kelas 2. Atau mungkin dari kisah kelas 1 dan beruntut sampai kelas 4. Terserah, kalian bisa membacanya dengan cara kalian sendiri.


Kelas 1
–Dunia ini sempit, hanya beberapa hektar! Aku ingin lebih luas lagi, aku ingin bebas, aku kabur.

Tak usah basa-basi lagi, kita semua anak-anak waktu itu. Kita adalah gerombolan anak kecil yang suka diajak ke taman bermain setiap hari Minggu, yang selalu minum susu buatan ibu sebelum pergi sekolah, dan berteriak-teriak minta makan selepas pulang sekolah. Kita anak manja!

Tapi tiba-tiba semua itu harus berhenti saat kita masuk DA. Entah karena kesalahan apa, kita harus dikurung di tempat sempit ini, di penjara ini! Kita kesal. Dan semalam saja insting kanak-kanak kita berontak hebat: kitapun menangis, merenung, malas makan, bosan, tak betah dan, sttt… kabur!

Ya, semua tahu itu. Bahkan kakak-kakak dan adik kelaspun merasakan hal yang sama. Semua begitu. Rasanya sesuatu memaksa semua orang yang pernah hidup di sini untuk mengakui bahwa dirinya adalah tawanan, tawanan yang tak bersalah. Dan mungkin karena itulah tempat ini disebut penjara suci.

Tapi ingatkah kalian, dulu kita juga melewati banyak acara. Ingatkah kalian tentang KMR dulu, Muhadarah, Ma’rakat, dan haflah? Atau hal-hal gila yang dulu pernah kita lakukan seperti peristiwa bel palsu di pelajaran B. Inggris, atau pertengkaran berdarah, kemalingan asrama II, dan banyak hal lain? Masih ingatkah kalian tentang semua itu? Kalau tidak, mari kita ingat-ingat lagi.

1. Bel Palsu Pelajaran B. Inggris
Entah hari apa, ku tak begitu ingat (atau mungkin ku benar-benar tak tahu hari waktu itu). Saat itu jam setengah sepuluh pagi. Seperti biasa, Pak Raden mengajar B. Inggris dengan materi yang membuat kepala berputar-putar. Pusing! Dan seperti biasa juga, kitapun bosan.

baca sampe berez
posted by Iiq Pirzada @ 09.11   2 comments
The Essence and Existence of Islamic Culture in Facing the Challenge of Modernism and Postmodernism
Since the globalization of world politics became state ideology accepted by most of nation-states in the world, there are so many things from foreign countries came to our country, Indonesia. Now, there are cars from Italy we can buy here, there are American foods we can have at the nearest restaurant or café. It is easy for us to enjoy foreign products.

But actually they don’t come here by themselves. They come with the cultures of the countries where the products are made. The Italy car comes with the cultures of Italy. The American food comes with the cultures of America. The more foreign products we have here, the more foreign cultures penetrate our lives.

Okay, to make them obvious, let me explain to you the most appearent foreign cultures in Indonesia and in this world at large.

First, modernism culture. In a book titled Islam and Modernism that is acknowledged by several intellectual Moslems of Oxford University, modernism is a process of following western social system, especially democracy.

In democracy, we have freedom of speech. We can express our ideas bringing forward our arguments for every affairs, by the government or nongovernment organization. For instance, when our president, Susilo Bambang Yudhoyono, made a decision to agree with the United Nations resolution on rejecting the Iran nuclear project, we the people of Indonesia can denounce that decision or even reject it, it is free.

In addition because of wide freedom of speech, by which the people can express their ideas, there is a high development of thought and knowledge. For instance, in European and America countries, where democracy is the political system, thought and knowledge develop as we can see now. In the field of technology, Europe and America are the largest areas where technology develop[p well. In term of knowledge, Europe and America are the ideal places for most of students around the world.

baca sampe berez
posted by Iiq Pirzada @ 09.10   0 comments
About me

Iiq Pirzada adalah seorang
santri Darul Arqam yang
beberapa kali dipanggil ke
kantor kepala sekolah karena
mengadakan kumpul KMR
putera-puteri. Ia juga pernah
dikeluarkan dari kelas saat
mendebat seorang guru.
Beberapa tulisannya pernah
menjuarai lomba, dan yang
paling diingatnya adalah saat
memenangkan juara 1 lomba
tulis artikel Ma'rakat Go Public
se-Garut 2005. Saat itu ia
masih kelas 2 SMP, dan harus
melawan saingannya yang
rata-rata sudah SMA.


Menu
Quote

Tulisan yang bagus itu
bukan tulisan yang kata-
katanya selangit, tapi tulisan
yang bagus itu adalah
tulisan yang selesai

Fahd Djibran
President Prophetic Freedom


Sekilas Info

DA lagi libur sampe tanggal
13 Januari, Insya Allah
smester 2 akan banyak acara IRM


Contact Us

iqbal_iiq26@yahoo.com

Tulisan Lain
Archives
Links
Cafe

Cafe
Pengunjung